Hari itu tepat di jantung kota ini
Kau mengangkat sangkur
Darah juangmu mengalir
Dari urat-urat nadimu menuju tanganmu
Dengan sigap dan gesit
Kau meloncat kesana-kemari
Bagaikan musang yang lapar
Demi tanah air
pusaka
Kau rela korbankan
jiwa dan raga
Tak peduli panas
terik sang penguasa siang
Membakar semangat
di setiap aliran darah juang
Engkaulah sang
veteran
Setiap langkah dalam ototmu
Tersimpan secercah cahaya terang
Tuk mengusir pengeruk bumi indonesia
Tak peduli lelah sengsara
Hanya satu makna merdeka.........
Merdeka........merdeka............
Kini kau telah
siap
Menuju perhelatan
laga
Tinggalkan sanak
saudara
Tinggalkan
kesenangan dunia
Menuju kawah
candradimuka
Kau rela
Demi indonesia
Jasamu takkan terlupa
Meski tanpa nama
Hingga saatnya tiba
Dirimu tergeletak tak bernyawa
Terbaring tenang di medan perjuangan
Tanpa ada seorangpun menghampirinya
Kau pahlawan tanpa
pamrih
Ikhlas dalam
berjuang
Tanpa
mengharapklan balasan
Mungkinkah dirimu
kini tersenyum ?
Dengan damai di
dunia fana
Puisi ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan
Ampel Surabaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar