Selasa, 28 Januari 2020

PUISI: DETAK QALBU FEMINIS




Kaum hawa terpenjara jiwa
Terikat kuasa serambi baja
Terhempas rotasi dunia
Tersingkir barisan manusia
Mendiami padang hampa
Seolah terjebak dalam dunia maya
Menanti belas kasihan kafilah pengembara
Hawa  hanya simbolis manusia
Tertelan kodrat kaum adam
Terjerembab garis kepatuhan
Merunduk lemah tanpa daya
Terseret keindahan fatamorgana
Tidur dalan cultural adat
Wujud bersemayam di dunia fana
Filosofi menggema  
Terpatri dalam inti qalbu
Statis suatu Tarikan jiwa
Perseteruan ideologi dinamis-statis
Beradu kedigdayaan kuasa
Menumbangkan ketidakadilan
Membakar jiwa kaum feminis
Mengalirkan darah revolusioner
Kedamaian gender
Misi fundamentalis belaka
Seabad lamanya
Misi hanyalah fiksi
Terkubur jauh dalam bumi adat
Revolusi tengah terjadi
Menuntut hak-hak masa lalu
Yang tertancap di sanubari
Meledak tak terkendali
Feminisme pendobrak adat
Suara hati..sanubari…
Cermin penahanan batin
Terkunci dalam batas tembok
Mengamuk menggelorakan jiwa
Merusak rantai-rantai baja
Penghalang cita lubuk hati
Hancur terlindas sayap revolusi
Keselarasan terbukti
Terbitlah  sang penggagas feminis
Pemuja hak manusia
Pendobrak batin kaum hawa




Puisi  ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya



PUISI: BEDUGUL ITULAH NAMANYA



Tirta nan luas, dilingkari tonggak-tonggak tinggi
Menyatu, terikat kuat oleh bumi bak rantai penyambung baja
Kembang kenanga, kembang melati mekar
Tampak oleh kedua pelupuk mata nan bundar
Harum aroma embun di senja hari
Menusuk kedua lubang indra
Sejuk rasanya di dalam tubuh mungil ini
Mentari mulai redup, ditelan kegelapan
Siang telah berganti malam, saat terang telah menjadi gelap
Angin membelah danau bak pisau belah daun
Lurus tanpa goresan sedikitpun
Gelombang tirta berlabuh menuju daratan
Bertolak dari pelabuhan, kembali ke tengah lautan
Ketenangan hati cermin keikhlasan diri simbol keindahan
Sungguh hebat pena Tuhan sang pelukis keindahan
Bedugul itulah namanya, danau di pulau Dewata
Dunia terasa berputar bak roda, semua tak ada yang kekal
Segores pena tuhan bisa menjadi suatu  petaka bagi insan
Luapan tirta nan dahsyat menyapu seisi daratan
Bak banjir bandang menghabisi ribuan nyawa
Syukur sebagai simbol keindahan antara insan dan tuhan
Penolak segala marabahaya, murka Sang pelukis keindahan

            Adeng Septi Irawan, Penggiat sastra puisi di komunitas GISAM (Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis)

SAJAK-SAJAK: RANTAI RANTAI PENGIKAT



Rantai-rantai Pengikat
Jiwa yang terpenjara
Takdir yang bersemayam
Jauh dalam dimensi fana
Tak nampak oleh mata
Tak bisa disentuh oleh Indra
Tuhan sang Penguasa
Pemilik segala kehidupan
Penentu nasib insan
Pengatur segalanya

Rantai-rantai Pengikat
Jiwa yang terpenjara
Tak kuasa melawan daya
Lemah tak berdaya
Terombang-ambing drama hidup
Tak jelas arah dan tujuan
Coretan pena Ilahi
Saksi hidup dan mati
Garis kepatuhan nasib insan
Wujud pengabdian Manusia
Rantai-rantai pengikat
Jiwa yang terpenjara
Kemiskinan yang melanda
Setiap insan manusia
Tak peduli siapa mereka
Semua adalah sama
Kekejaman dunia
Simbol murka Ilahi
Kemurahan dunia
Wujud kemurahan ilahi
Rantai-rantai pengikat
Jiwa yang terpenjara
Menanggung beban kehidupan
Bagaikan roda menahan muatan
Daya dan upaya hanya cara
Semua telah tergambar sebelumnya
Syukur dan usaha
Wujud pengabdian hamba
Menanti datangnya maut
Kembali ke pangkuan Ilahi


Puisi  ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya

SAJAK SAJAK: YAHUDI DAN ISLAM



Roket membumbung ke angkasa
Peluru kendali menampakkan kuasanya
Getaran,ledakan terskema
Menerpa bilik-bilik kecil di pinggiran kota
Ribuan nyawa melayang tak berdosa
Bergelimpangan tak terhingga
Setiap sang waktu bernafas
Disitulah ajal terakhir manusia
Tak peduli panas dan hujan
Tak melihat tua-muda,miskin-kaya
Semua akan binasa
Pertarungan maha dahsyat akal dan nafsu
Terpadu dalam qalbu
Menggetarkan indra dan anggota gerak
Terpola satu-kesatuan pemusnahan
Penghancuran massal tak terbendungkan
Semua mata tertuju
Menyaksikan tragedi tiada henti
Bala bantuan tiba silih berganti
Bak tamu mengunjungi sanak saudaranya
Perhelatan laga adu kesaktiaan
Antara yahudi dan islam
Berebut tanah kekuasaan
Menutup mata belas kasihan
Nafsu menjadi pondasi kehidupan
Akal telah pudar bersemayam di peraduan
Kedamaian suatu kelangkaan
Pertentangan suatu kewajaran
Perbedaan suatu permusuhan
Kekuasaan suatu kekuatan
Meja bundar telah digelar
Tafkhim dikumandangkan
Seakan semua sirna
Tertelan ombak lautan
Pergulatan terus berjalan
Menanti sang ratu keadilan
Penutup akhir zaman


Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya








PUISI: PAHLAWAN TANPA SEBUAH NAMA


Hari itu tepat di jantung kota ini
Kau mengangkat sangkur
Darah juangmu mengalir
Dari urat-urat nadimu menuju tanganmu
Dengan sigap dan gesit
Kau meloncat kesana-kemari
Bagaikan musang yang lapar
Demi tanah air pusaka
Kau rela korbankan jiwa dan raga
Tak peduli panas terik sang penguasa siang
Membakar semangat di setiap aliran darah juang
Engkaulah sang veteran
Setiap langkah dalam ototmu
Tersimpan secercah cahaya terang
Tuk mengusir pengeruk bumi indonesia
Tak peduli lelah sengsara
Hanya satu makna merdeka.........
Merdeka........merdeka............
Kini kau telah siap
Menuju perhelatan laga
Tinggalkan sanak saudara
Tinggalkan kesenangan dunia
Menuju kawah candradimuka
Kau rela
Demi indonesia
Jasamu takkan terlupa
Meski tanpa nama
Hingga saatnya tiba
Dirimu tergeletak tak bernyawa
Terbaring tenang di medan perjuangan
Tanpa ada seorangpun menghampirinya
Kau pahlawan tanpa pamrih
Ikhlas dalam berjuang
Tanpa mengharapklan balasan
Mungkinkah dirimu kini tersenyum ?
Dengan damai di dunia fana


Puisi  ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel Surabaya

Rabu, 22 Januari 2020

PUISI: RINTIHAN GAZA




Serangan fajar telah tiba
Menerkam kesunyian jiwa
Merambat kearah terbit sang surya
Angin pagi buta menggelora
Tatkala rudal muncul dari liangnya
Merobek keheningan kabut angkasa
Berdentum memecah suasana
Menyembur api merah menyala
Semburat rakyat bertebaran
Mencari tameng sang Tuhan
Jarum waktu rotasi
 Tertahan disudut keramaian
Menyaksikan jasad berceceran
Tercium anyir aroma darah
Bercampur tanah
Pertunjukan kekuasaan
Silih bergantian
Dentuman timah panas
Merobek gendang telinga
Membakar semangat perlawanan
Terpadu api dendam
Mengalirkan darah juang
Nasionalisme berkobar
Mengalir dalam urat nadi
Menggetarkan jiwa dan nyali
Terorganisasi dalam langkah pasti
 Pembebasan bumi pertiwi
Menghantam angkara murka
Jiwa melayang jauh
Terbang membumbung angkasa
Menelanjangi jagat raya
Membuka tabir gaib dan nyata
Meninggalkan tragedi kedzaliman
Menuju alam keabadian



Minggu, 05 Agustus 2018

CERITA: ALADDIN



Once upon a time,there are two person with different world.his name Aladdin and Master Jin.They were met in the garden. 

Aladdin:   Assalamu’alaikum.
Master  Jin  :  wa’alaikum salam,what can I help,sir?
Aladdin:  I want one request,please give sadel pop .
Master Jin:  okey,Sir.I will do your request,bim salah bim ala gedebug.
Aladdin:  (suddenly sadel pop come from earth).oh my god,this is miracle.I am not believe it .
Master Jin:  ha,,…ha……..this is your request,sir.I will help you every time.
Aladdin:  thank you master Jin.
Master Jin:  heeeem huaaaaa haaaaa……….

            Announcement(princess palace abduct someone, Whoever can find and bring princess to palace.If man,he will marry with prncess,but if woman,she will sister).

 Aladdin:  (on the hurt)I must help princess.Because princess in dangerous .Master jin,where are you?
Master Jin:  What can I do ,Sir?
Aladdin:  princess abduct someone.Can you Help me?
Master Jin:  Okey,let’s go for to safe resque princess.
Aladdin:  yeah,let’s go.
            (next Aladdin and master jin go)
Princess:  help me,help me, help me.brother,sister,man,and woman 
Aladdin:   I listen voice from in the forest.it seems that princess voice.
Master Jin:  yes, it correct.
            (next Aladdin and Master Jin help princess)
Abductor:  Hi Aladdin,why do you come here?are you want die?
Aladdin:  I will kill you, for resque princess.
Abductor:  try if you can,

            (Aladdin and abductor fight in the forest),(next abductor die,so Aladdin can bring princess to the palace)

Princess:  thank you Aladdin,I will talk with father.if you help me from abductor.
Aladdin:okey,this is my job for resque princess.
Princess: you are good man,Aladdin.
            (next Master Jin,Aladdin, and princess back to palace)
Aladdin:thank you Master Jin,back to magic candle.
Master jin;okey,sir.
(in the palace)
Princess:father,this is aladdin.he resque me from abductor. 
King;thank you Aladdin, because,you help my daughter.so you will married with princess.

(last Aladdin and princess married in the palace).


Information:
Aladdin:  adeng
Master jin:  selamet
Princess:  nikmah
King and abductor:  doni