Selasa, 28 Januari 2020

PUISI: BEDUGUL ITULAH NAMANYA



Tirta nan luas, dilingkari tonggak-tonggak tinggi
Menyatu, terikat kuat oleh bumi bak rantai penyambung baja
Kembang kenanga, kembang melati mekar
Tampak oleh kedua pelupuk mata nan bundar
Harum aroma embun di senja hari
Menusuk kedua lubang indra
Sejuk rasanya di dalam tubuh mungil ini
Mentari mulai redup, ditelan kegelapan
Siang telah berganti malam, saat terang telah menjadi gelap
Angin membelah danau bak pisau belah daun
Lurus tanpa goresan sedikitpun
Gelombang tirta berlabuh menuju daratan
Bertolak dari pelabuhan, kembali ke tengah lautan
Ketenangan hati cermin keikhlasan diri simbol keindahan
Sungguh hebat pena Tuhan sang pelukis keindahan
Bedugul itulah namanya, danau di pulau Dewata
Dunia terasa berputar bak roda, semua tak ada yang kekal
Segores pena tuhan bisa menjadi suatu  petaka bagi insan
Luapan tirta nan dahsyat menyapu seisi daratan
Bak banjir bandang menghabisi ribuan nyawa
Syukur sebagai simbol keindahan antara insan dan tuhan
Penolak segala marabahaya, murka Sang pelukis keindahan

            Adeng Septi Irawan, Penggiat sastra puisi di komunitas GISAM (Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar