Rantai-rantai Pengikat
Jiwa yang terpenjara
Takdir yang bersemayam
Jauh dalam dimensi fana
Tak nampak oleh mata
Tak bisa disentuh oleh Indra
Tuhan sang Penguasa
Pemilik segala kehidupan
Penentu nasib insan
Pengatur segalanya
Rantai-rantai
Pengikat
Jiwa
yang terpenjara
Tak
kuasa melawan daya
Lemah
tak berdaya
Terombang-ambing
drama hidup
Tak
jelas arah dan tujuan
Coretan
pena Ilahi
Saksi
hidup dan mati
Garis
kepatuhan nasib insan
Wujud
pengabdian Manusia
Rantai-rantai pengikat
Jiwa yang terpenjara
Kemiskinan yang melanda
Setiap insan manusia
Tak peduli siapa mereka
Semua adalah sama
Kekejaman dunia
Simbol murka Ilahi
Kemurahan dunia
Wujud kemurahan ilahi
Rantai-rantai
pengikat
Jiwa
yang terpenjara
Menanggung
beban kehidupan
Bagaikan
roda menahan muatan
Daya
dan upaya hanya cara
Semua
telah tergambar sebelumnya
Syukur
dan usaha
Wujud
pengabdian hamba
Menanti
datangnya maut
Kembali
ke pangkuan Ilahi
Puisi ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel
Surabaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar