Kaum hawa terpenjara jiwa
Terikat kuasa serambi baja
Terhempas rotasi dunia
Tersingkir barisan manusia
Mendiami padang hampa
Seolah terjebak dalam dunia maya
Menanti belas kasihan kafilah pengembara
Hawa hanya simbolis manusia
Tertelan kodrat kaum adam
Terjerembab garis kepatuhan
Merunduk lemah tanpa daya
Terseret keindahan fatamorgana
Tidur dalan cultural adat
Wujud bersemayam di dunia fana
Filosofi menggema
Terpatri dalam inti qalbu
Statis suatu Tarikan jiwa
Perseteruan ideologi dinamis-statis
Beradu kedigdayaan kuasa
Menumbangkan ketidakadilan
Membakar jiwa kaum feminis
Mengalirkan darah revolusioner
Kedamaian gender
Misi fundamentalis belaka
Seabad lamanya
Misi hanyalah fiksi
Terkubur jauh dalam bumi adat
Revolusi tengah terjadi
Menuntut hak-hak masa lalu
Yang tertancap di sanubari
Meledak tak terkendali
Feminisme pendobrak adat
Suara hati..sanubari…
Cermin penahanan batin
Terkunci dalam batas tembok
Mengamuk menggelorakan jiwa
Merusak rantai-rantai baja
Penghalang cita lubuk hati
Hancur terlindas sayap revolusi
Keselarasan terbukti
Terbitlah sang penggagas
feminis
Pemuja hak manusia
Pendobrak batin kaum hawa
Puisi ini ditulis oleh
Adeng Septi Irawan
Pegiat Sastra UIN Sunan Ampel
Surabaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar