Sabtu, 29 Agustus 2015

PUISI: MUADZIN SURAU TUA


Oleh Adeng Septi Irawan*)

Adzan menggelegar dari kejauhan
Merobek keheningan malam nan pekat
Menguatkan tali keimanan
Secercah cahaya kehidupan
Muncul di balik surau tua
Getaran jiwa iman
Merasuk tulang-belulang
Merangkai setiap langkah kaki
Mengayun setiap lengan tangan
Memberi semangat qalbu

Ribuan orang lupa diri
Tergeletak bagaikan bangkai tak berisi
Nafsu yang merajai
Akal menjadi tangan kiri
Sandal tua, pakaian seadanya
Mengiringi laju sang nur’aini
Gejolak semangat yang membara
Dalam derap perompah tua
Nur ilahi mulai menyebar
Seiring penghabisan adzan
Magnet bagi hamba-Nya
Berbondong ke sebuah surau tua
Surau saksi bisu
Perjuangan muadzin nan renta

*)Adeng Septi Irawan, Mahasiswa Penggiat Sastra di UIN Sunan Ampel Surabaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar